4 Perawatan yang Perlu Diperhatikan Setelah Kucing Melahirkan

Setelah melahirkan kucing juga perlu perawatan khusus yang tidak kalah penting seperti sebelum kucing melahirkan. Berikut 4 perawatan utamanya

4 Perawatan yang Perlu Diperhatikan Setelah Kucing Melahirkan
Photo: kucing

Pemeriksaan Dokter Hewan

Setelah satu minggu dari waktu kucing melahirkan, bawalah induk kucing dan anaknya ke dokter hewan untuk pemeriksaan yang menyeluruh. Jika induk kucing tidak divaksinasi, ini saat yang tepat untuk memberikan vaksin. Selain itu, kucing Kamu akan mendapatkan pengobatan untuk cacing, untuk melindungi dirinya dan anak kucingnya.



Perawatan Anak Kucing dan Induk 

Dua hingga tiga minggu pertama adalah yang paling penting bagi induk kucing dan anak kucingnya yang baru lahir. Anak kucing harus berkembang pesat, masalah pasca persalinan biasanya akan terjadi pada periode ini.

Kamu harus memberikan ruang untuk kucing kamu merawat anak kucing yang baru lahir. Jika dia telah menjadi peliharaan Kamu cukup lama, dia mungkin akan lebih ramah ketika kamu mendekati anak kucingnya. Kucing liar atau kucing yang diselamatkan mungkin lebih suka Kamu menjauh dari anak kucingnya . 

Simpan induk kucing dan bayinya di bagian rumah yang sunyi; ruang khusus sangatlah ideal. Pastikan ruangan cukup hangat karena anak kucing tidak dapat mengatur suhu tubuhnya saat ia baru berusia beberapa hari. Induk kucing dapat menjaga bayinya tetap hangat, tetapi jika ia pergi untuk makan atau buang air, anak kucing tersebut dapat kedinginan. Kedinginan adalah salah satu bahaya paling kritis bagi anak kucing yang baru lahir. Sediakan selimut, lampu pemanas, atau bantalan pemanas untuk memastikan anak kucing tetap hangat.

Gunakan kotak yang cukup besar sebagai kandang induk kucing dan anak kucingnya agar nyaman. Tumpuk handuk bersih untuk melapisinya. Handuk akan cepat kotor saat anak kucing buang air besar. Sebaiknya Kamu menyiapkan beberapa lapis handuk jadi jika handuk kotor kamu cukup mengganti bagian atas saja 

Dekatkan kotak kotoran, makanan, dan mangkuk air induk kucing. Pastikan Kamu memberi kucing kamu makanan kalengan berkualitas tinggi dengan formula untuk induk kucing menyusui. Makanan yang diformulasikan khusus ini memastikan bahwa induk kucing  mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya.

Perkembangan Anak Kucing

Tiga hari setelah lahir, mata anak kucing mulai terbuka, dan tali pusar juga akan lepas. Sistem saraf mereka belum berkembang sepenuhnya. Jika kamu perhatikan mereka biasanya berkedut saat tidur. Kedutan ini sepenuhnya normal dan mengindikasikan perkembangan sistem saraf dan otot mereka.

Setelah dua minggu, anak kucing akan mulai merangkak dan mencoba berdiri. Gigi mereka akan mulai tumbuh selama waktu ini. Jika Kamu memasukkan jari Kamu ke dalam mulutnya, Kamu akan bisa merasakan giginya yang kecil.

Selama tiga minggu pertama, induk kucing akan menjilati setiap anak kucing di sekitar perut dan area anus setelah menyusui untuk membantu pembuangan kotoran. Jika induknya tidak melakukan, Kamu perlu mensimulasikan tugas ini dengan waslap yang hangat dan lembab.

Setelah tiga minggu, anak kucing sudah bisa berjalan-jalan dan bermain secara aktif. Kamu bisa mengenalkan mereka pada makanan basah. Mereka harus tetap menyusui secara aktif. Kamu juga bisa mulai mengajarkannya buang air di kotak pasir. 



Masalah Kesehatan pada Anak Kucing yang Baru Lahir

Parasit pada  usus paling sering terjadi pada anak kucing. Masalah kesehatan lain yang terjadi pada anak kucing adalah penyakit infeksi, seperti infeksi saluran pernafasan, dan penyakit bawaan.

Fading Kitten Syndrome adalah suatu kejadian matinya anak kucing  dari beberapa hari hingga 7 hari setelah, lahir akibat adanya perbedaan golongan darah dengan induknya. Sindrom tersebut terjadi ketika anak kucing gagal berkembang. Jika Kamu melihat salah satu anak kucing lebih lesu dan tidur lebih sering daripada saudaranya, itu bisa menjadi tanda sindrom tersebut. Anak kucing tersebut membutuhkan perhatian segera dari dokter hewan yang berspesialisasi dalam perawatan anak kucing.

Masalah Kesehatan Pasca Persalinan

Kehamilan, persalinan, dan masa setelah melahirkan merupakan masa-masa stres bagi tubuh induk kucing. Induk kucing baru mengalami banjir hormon, produksi ASI, dan pemulihan dari proses kelahiran. Ada beberapa kondisi parah yang harus diperhatikan pada induk kucing Kamu.

  • Mastitis

Mastitis adalah infeksi bakteri pada saluran susu, yang terjadi ketika produksi susu induk kucing tersumbat oleh kelenjar susu yang meradang. Putingnya menjadi bengkak dan "memar" yang tampak jelas, dan induk kucing menolak anak kucingnya menyusu. Kucing biasanya membutuhkan antibiotik untuk melawan infeksinya. Anak kucing perlu dibantu diberi makan oleh pemiliknya sampai induk kucingnya pulih.

  • Hipokalsemia

Hipokalsemia, juga dikenal sebagai "demam susu", sebetulnya jarang terjadi pada kucing, tetapi merupakan keadaan darurat jika sampai terjadi

Kondisi ini bisa terjadi akibat kekurangan kalsium selama kehamilan dan menyusui. Gejala berupa kejang, terhuyung-huyung, otot gemetar, gelisah, dan terengah-engah berlebihan. Induknya perlu langsung dibawa ke dokter hewan dan Kamu harus siap untuk membantu merawat anak kucingnya selama induknya masih dalam penyembuhan

  • Metritis Uterus

Metritis adalah infeksi rahim yang parah Induk kucing biasanya memiliki vagina yang normal setelah melahirkan anak-anaknya. Tapi, jika Anda melihat kotoran berbau busuk, itu adalah tanda bahaya. Gejala lain termasuk lesu, demam, dan hilangnya produksi ASI.

Induk kucing kemungkinan harus dirawat di rumah sakit untuk perawatan dan mungkin perlu disterilkan. Saat induk kucing pulih, memberi makan dan merawat anak kucing akan jatuh ke tangan Kamu.