Anjing Kamu Mau Punya Sertifikat? IKK Bakal Kasih Tau Caranya Nih!

Dalam kinologi anjing yang diterapkan oleh IKK, lebih tepatnya dalam hal pembiakan serta pembuatan silsilah, terdapat beberapa tahap kinologi anjing penting serta wajib diperhatikan dan diikuti oleh para pembiak (breeder).

Anjing Kamu Mau Punya Sertifikat? IKK Bakal Kasih Tau Caranya Nih!
Foto : Unsplash

Dalam kinologi anjing yang diterapkan oleh IKK, lebih tepatnya dalam hal pembiakan serta pembuatan silsilah, terdapat beberapa tahap kinologi anjing penting serta wajib diperhatikan dan diikuti oleh para pembiak (breeder). Pasalnya, penerbitan silsilah atau stamboom oleh IKK hanya bisa dilakukan jika anak anjing:

  • Lahir di Indonesia;
  • Berasal dari perkawinan dua anjing trah yang sudah memiliki silsilah (kecuali ras Kintamani); dan
  • Dilahirkan oleh anjing yang dimiliki/disewa pembiak/breeder.

Terkait pembiak sendiri, IKK juga sudah menetapkan beberapa persyaratan wajib agar individu dapat diakui sebagai pembiak resmi.

Panduan Perkawinan Anjing Trah untuk Penerbitan Silsilah

Seperti yang dijelaskan oleh Robert, yang menjabat sebagai Sekretaris IKK, secara garis besar poin-poin utama berikut ini wajib dipenuhi sesuai dengan panduan yang telah dimiliki oleh IKK:

  • Perkawinan dilakukan untuk dua anjing satu trah (tidak bisa mix/campur).
  • Anjing yang dikawinkan sudah punya silsilah.
  • Anjing memenuhi batasan umur untuk pembiakan untuk mencegah populasi yang membludak.

Perkawinan anjing sendiri dapat dilakukan dengan cara alami alias pemacakan, atau dengan cara inseminasi buatan atau IB. Baik dengan cara pemacakan maupun IB, poin-poin di atas wajib dipenuhi.

Di samping itu, agar IKK dapat menerbitkan silsilah, anjing betina harus melahirkan anak anjing di Indonesia. Hanya saja, proses kawinnya sendiri bisa dilakukan di Indonesia maupun di luar negeri. Sedangkan untuk variasi kasus tempat maupun waktu terkait perkawinan anjing trah sesuai pedoman tahap kinologi anjing IKK adalah sebagai berikut:

  • Betina di Indonesia, yang dipacak/IB jantan yang juga di Indonesia.
  • Betina di Indonesia, yang IB oleh jantan dari luar negeri.
  • Betina di luar negeri, yang IB oleh jantan di Indonesia, dan diimpor dalam kondisi hamil.
  • Betina di luar negeri, yang dipacak/IB jantan yang juga di luar negeri, dan diimpor dalam kondisi hamil.

Untuk tujuan administrasi penerbitan silsilah, masa kehamilan adalah minimal 55 hari dan maksimal 72 hari kalender.

Pemacakan atau IB terdekat (inbreeding) sendiri tidak diperbolehkan, seperti bapak dan anak betina, induk dan anak jantan, maupun antar saudara yang seinduk dan sebapak. Meski begitu, ada pengecualian yang bisa diberikan apabila anjing trah tersebut populasinya berjumlah sedikit, serta izin diberikan oleh IKK pusat dengan pengawasan IKK wilayah. Meski demikian, untuk trah yang telah ada himpunan atau breed club-nya, inbreeding dilakukan selama hanya dengan izin dan diawasi secara penuh oleh himpunan trah pusat, serta disetujui IKK pusat.

Apabila terdapat anjing jantan maupun betina yang memiliki kesalahan sehingga mengakibatkan anjing terdiskualifikasi dari stkamur trahnya (misal monorchide dan cryptorchide), anjing tidak diperbolehkan digunakan untuk pembiakan maupun penerbitan silsilah.

Dalam hal pemacakan/IB, pemilik pejantan lah yang perlu melakukan pelaporan. Hanya saja, jika pejantan dimiliki oleh individu atau pihak dari luar negeri, pelaporan dilakukan oleh pembiak. Setelah pelaporan, pemilik pejantan atau pembiak wajib menyerahkan salinan laporan pemacakan/IB serta nota pembayaran kepada pemilik betina untuk kebutuhan administrasi lebih lanjut.

Dan berikut ini adalah proses pelaporan untuk induk yang dipinjam:

  1. Pengisian formulir peminjaman induk atau zuchtmiete dengan lengkap.
  2. Proses selanjutnya dilakukan dengan penyerahan laporan pemacakan ke IKK wilayah setempat.

Panduan Pengeluaran Surat Silsilah

Agar dapat menerbitkan surat silsilah, pemilik jantan wajib melapor secara tertulis kepada pengurus IKK wilayah dalam kurun waktu 7 hari setelah pemacakan/IB. Dan untuk pemilik betina, laporan tertulis kepada pengurus IKK wilayah dilakukan maksimal 7 hari setelah anjing melahirkan.

Terkait dengan betina yang diimpor dalam kondisi hamil, pemilik atau pembiak harus menyertakan laporan pemacakan/IB dan salinan silsilah pejantan yang sudah dilegalisir perkumpulan kinologi dari negara asal tempat pemacakan dilakukan.

Pengajuan surat silsilah sendiri sudah bisa dilakukan lewat pengisian formulir permohonan pencatatan sepenganakan, sejak anak anjing lahir sampai ia berumur 3 bulan. Surat-surat dapat dikeluarkan untuk anak anjing yang tidak memiliki kelainan. Sedangkan untuk anak anjing yang memiliki kelainan, lemah, atau cacat sehingga menyebabkan diskualifikasi dari stkamur trah, surat silsilah tidak akan diterbitkan.

Nah, itulah rangkuman dari panduan tahap kinologi anjing untuk pembiakan dan penerbitan surat silsilah. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk kamu, ya!