Kenali Kucing Persia dan 8 Penyakit Yang Sering Diderita

Ulasan ini akan menjelaskan profil lengkap jenis kucing persia sampai dengan penyakit yang sering mereka alami. Kenali lebih dalam ras favorit semua orang ini.

Kenali Kucing Persia dan 8 Penyakit Yang Sering Diderita
Photo: Unsplash (kucing persia)

Ras Kucing Persia memiliki ciri-ciri bulu yang panjang dan perilakun yang manis, lkebanyakan kucing Persia cenderung membatasi kedekatan mereka hanya pada manusia yang paling dekat dengan mereka. Di antara kucing ras lainnya, kucing Persia paling sering dihubungkan dengan kecantikan dan sikap tenang mereka yang glamor.

Meskipun sejarah pasti dari ras kucing Asiatik ini masih belum jelas, ras ini telah menjadi salah satu yang paling populer di kalangan pecinta kucing ras di Amerika Utara, baik untuk tujuan pertunjukan maupun untuk tujuan mereka menjadi hewan peliharaan yang tenang dan penyayang. Persia adalah kucing yang sifat alaminya senang dibelai dan dipeluk dengan kepribadian yang relatif tidak menuntut, ciri-ciri tersebut juga yang telah memberikan mereka popularitas unutk dijadikan hewan untuk pertunjukan atau juga peliharaan di rumah.



Profil Ras Kucing Persia

  • BERAT: 3,5 - 6 kg
  • PANJANG: 35 - 45 cm
  • BULU: Panjang
  • WARNA BULU:: Solid (putih, hitam, krem, dll.), tabby, calico, bi-color, silver and gold, shaded and smoke, dan Himalayan
  • WARNA MATA: Biru, hijau, biru-hijau, hazel, tembaga
  • HARAPAN HIDUP: 10 hingga 17 tahun

Karakteristik Kucing Persia

  • Tingkat Kasih Sayang: Sedang-Tinggi
  • Keramahan: Sedang-Rendah
  • Ramah Pada Anak Kecil: Rendah
  • Ramah Pada Hewan Peliharaan Lain: Rendah
  • Kebutuhan Bergerak: Rendah
  • Keceriaan: Rendah
  • Tingkat Energi: Rendah
  • Kepintaran: Rendah
  • Kecenderungan untuk Bersuara: Sedang-Rendah
  • Jumlah Bulu yang Rontok: Tinggi

Sejarah Kucing Persia

Anehnya hanya sedikit yang diketahui tentang sejarah kucing Persia, meskipun keberadaannya di antara manusia sudah ada sejak tahun 1600-an. Persia diperkirakan berasal dari Iran dan Turki. Ras ini pindah ke barat ke Eropa pada jaman perang salib.

Mereka menjadi populer di kalangan bangsawan, termasuk Ratu Victoria dari Inggris. Ras ini memiliki rambut panjang yang anggun, sama dengan kucing berbulu panjang lainnya di wilayah tersebut, kelompok yang pada saat itu disebut sebagai kucing Asiatik. Kucing Persia awalnya disebut Angoras, asal kata Ankara, yaitu ibu kota Turki.

Popularitas kucing Persia semakin diperkuat ketika pertunjukan kucing mulai populer pada akhir abad ke-19. Selama waktu inilah mereka dibawa ke Amerika Serikat, di mana mereka dengan cepat melampaui popularitas kucing Maine Coon sebagai jenis kucing berbulu panjang yang disukai di Amerika.

Kucing Persia adalah ras kucing yang paling banyak terdaftar oleh Cat Fanciers Association (CFA)  dan sering menjadi pemenang banyak perlombaan. Hidung pesek dan pipi tembam mereka yang terkenal telah dibiakkan secara selektif sejak bertahun-tahun, ras ini mendapatkan apresiasi manusia yang begitu luas.

Perawatan Kucing Persia

Karena bulunya yang panjang, tidak mengherankan jika kucing Persia membutuhkan perawatan yang teratur. Tanpa perawatan, bulu kucing Persia dapat kusut yang bisa menyakitkan kucing tersebut. Dianjurkan agar kucing Persia disikat sekali sehari dan dimandikan setiap bulan untuk membantu mereka menjaga kilau dan kelembutan bulunya.

Mata mereka juga harus diseka setiap hari untuk mencegah noda dari kotoran matanya. Seperti pada semua kucing, kebersihan gig juga secara teratur harus diperhatikan dengan cara menyikat gigi setiap hari atau setiap minggu. Potong kuku secara teratur juga diperlukan.

Secara umum, Persia dianggap sebagai hewan peliharaan dengan pemeliharaan tinggi dalam hal perawatan mereka. Karena bulu mereka tidak secara alami dapat merontokan kotoran kotoran dan puing-puing lainnya, perlu adanya peran pengasuh manusianya untuk membantu memastikan bahwa bulu mereka tetap lembut dan bersih serta menjaganya tetap di dalam ruangan. Kucing Persia lebih suka disimpan di lingkungan yang rapi, jadi penting juga untuk membersihkan kotak kotorannya setiap hari.

Kucing Persia bukanlah ras kucing yang paling energik atau suka bermain-main. Kucing Persia lebih suka mencari tempat hangat yang nyaman untuk bersantai. Walau kadang-kadang mereka bisa tiba tiba aktif, tetapi biasanya keaktifan tersebut akan diikuti dengan tidur siang yang lama dengan relatif tidak ada aktivitas.

Ras ini adalah termasuk pembelajar yang lambat dan tidak dianggap sebagai kucing yang bisa dilatih. Ia lebih suka menonton daripada berpartisipasi dalam sebuah aktivitas.

Masalah Kesehatan Kucing Persia

Seperti semua kucing ras, kucing Persia rentan terhadap sejumlah masalah kesehatan yang disebabkan karena mereka dikembang biakan secara selektif. Banyak dari masalah kesehatan ini secara langsung berkaitan dengan struktur wajah yang dianggap lucu, meskipun mungkin masalah kesehatan tersebut hadir karena masalah kesehatan genetik yang tidak terkait dengan ciri fisik mereka. Penting untuk terus mengawasi kucing Persia sehingga masalah kesehatan apa pun dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

  • Penyakit ginjal polikistik, penyakit genetik yang memengaruhi satu atau kedua ginjal yang umumnya mulai menunjukkan tanda-tanda saat kucing berusia sekitar 7 hingga 10 tahun
  • Kesulitan bernapas dan gangguan pernapasan yang disebabkan oleh hidung pesek mereka
  • Kondisi mata, termasuk atrofi retina progresif, tonjolan kelopak mata (mata ceri), dan kelopak mata lipat ke dalam (entropion)
  • Kotoran mata yang berlebihan
  • Batu kandung kemih dan infeksi kandung kemih
  • Kardiomiopati hipertrofik, penebalan dinding otot jantung
  • Pirau hati, kelainan yang memengaruhi aliran darah ke hati, yang dapat menyebabkan munculnya keropos, batu kandung kemih, dan anemia
  • Sensitivitas terhadap panas

Nutrisi Makanan

Kucing Persia memang memiliki kecenderungan untuk pilih-pilih makanan, tetapi mereka akan makan dengan lahap begitu menemukan sesuatu yang mereka sukai. Makanan mereka harus tinggi protein dan serat serta rendah lemak dan bisa basah, kering, mentah, atau campuran dari dua jenis makanan tersebut.

Karena kucing Persia tidak terlalu energik, berhati-hatilah untuk tidak memberinya makan berlebihan karena ketidakaktifan mereka dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas. JSebaiknya batasi pemberian makan hanya dua kali sehari dan jangan menyediakan makanan sepanjang waktu untuk membatasi makan berlebihan. Karena wajah mereka yang pesek, beberapa kucing Persia akan mengalami kesulitan makan makanan dengan bentuk atau ukuran tertentu, jadi jika kucing Persia tidak mau makan, mungkin diperlukan perubahan bentuk makanan.