Kucing Muntah Bening atau Air, Ini 4 Penyebab Utamanya

Ketika kucing kamu muntah bening atau air, bisa jadi adalah tanda penyakit serius. Muntah sendiri merupakan gejala yang tidak spesifik, namun menandakan penyakit tertentu.

Kucing Muntah Bening atau Air, Ini 4 Penyebab Utamanya
Photo: Unsplash

Muntah dapat dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Beberapa penyakit yang ditandakan dengan muntah adalahi reaksi alergi, gangguan pencernaan, pankreatitis, heatstroke/hipertermia, infeksi parasit, penyakit hati, keracunan, stres, depresi, atau bahkan kecemasan.

Tapi hal apa yang biasanya menyebabkan kucing muntah air atau cairan bening?

Sulit untuk membedakan antara air dan cairan bening. Muntah kucing, khususnya cairan bening, merupakan tanda kucing sedang mengeluarkan cairan dari saluran pencernaannya.

Kadang-kadang, jika kucing muntah setelah minum banyak air, mereka juga akan memuntahkan cairan bening. Saat kucing terlalu banyak minum air terlalu cepat, perutnya menjadi terisi air sampai melar dan membesar sehingga menyebabkan muntah kucing.

Kucingmu akan minum banyak air dikarenakan peningkatan rasa haus yang bisa jadi dipengaruhi oleh penyakit ginjal, hipertiroidisme, dan diabetes mellitus.

4 Penyebab Kucing Muntah Bening

Bola Bulu

Kucing secara alami adalah hewan yang sangat rajin dalam membersihkan dan merawat dirinya sendiri. Saat kucingmu membersihkan dirinya sendiri, lidahnya akan tersangkut rambut yang rontok yang merupakan benda asing, dan kemudian tertelan.

Seringkali rambut melewati saluran pencernaan tanpa masalah, tetapi terkadang rambut menyangkut di saluran pencernaan dan membentuk bola bulu.

Biasanya, kucing akan memuntahkan cairan bening sebelum memuntahkan hairball. Meskipun kucing yang kadang-kadang memuntahkan cairan bening dengan bola rambut merupakan hal yang normal dan tidak mengkhawatirkan, penting untuk diperhatikan bahwa bola bulu tidak boleh sering terjadi karena menyakitkan, atau sulit dicerna kucing.

Untuk membantu mencegah bola bulu pada kucing, ada suplemen makanan yang dijual bebas, baik dalam bentuk kunyah atau gel.

Menerapkan jadwal menyisir kucing yang teratur dapat membantu menghilangkan rambut rontok di bulu kucing yang mungkin tertelan saat kucing membersihkan dirinya sendiri.

Perubahan Makanan dan Pola Makan

Ketika ada perubahan jadwal makan kucing, mereka mungkin melewatkan waktu makan atau makan lebih lama dari biasanya, dan ini jadi penyebab kucing muntah warna bening. Selain itu, kamu mungkin terlalu cepat mengganti makanan kucing.

Saat mengganti makanan kucing ke jenis atau merek baru, disarankan untuk melakukannya secara bertahap selama periode satu hingga dua minggu secara bertahap mengurangi jumlah makanan kucing saat ini sambil meningkatkan jumlah makanan kucing baru.

Kucing kadang makan terlalu cepat, dan ini bisa menyebabkan muntahan bening atau muntah bening yang masih ada makanannya. Jika pencernaan kucing sensitif, hal itu dapat menyebabkan kucing muntah makanan yang tercerna atau belum tercerna.

Jika kucing yang muntah tidak disebabkan masalah medis, dokter hewan akan menyarankan kamu mencoba makanan yang khusus diberikan untuk kucing dengan pencernaan sensitif.

Jika kucing sudah diganti makanannya dan masih mengalami muntah-muntah, kamu boleh mencoba memberikan diet protein terhidrolisis pada kucing.

Gangguan Pencernaan

Sama seperti pada manusia, perut kucing menghasilkan berbagai cairan lambung serta asam klorida untuk mencerna makanannya. Namun, jika kucing melewatkan waktu makan atau jika mereka tidak diberi makan tepat waktu, penumpukan asam tersebut dapat mengiritasi perut dan menyebabkan kucing muntah cairan bening.

Gangguan pencernaan kucing dapat menyebabkan muntah bening, buih kuning, dan buih putih. Jika kamu dan dokter hewan mencurigai kucing muntah karena gangguan pencernaan, dokter hewan mungkin menyarankan untuk memberi makan makanan dengan porsi kecil dan sering pada waktu yang sama setiap hari untuk mengurangi penumpukan asam lambung.

Radang Perut atau Gastritis

Jika kucing menelan hal-hal yang tidak semestinya, hal itu dapat menyebabkan kucing mengalami iritasi perut. Jika hal ini terjadi, kamu mungkin melihat kucing muntah warna bening dan juga muntah darah.

Kucing juga akan menunjukkan penurunan nafsu makan, sikap depresi, lesu, atau dehidrasi. Jika hal ini terjadi maka sebaiknya kamu cepat membawa kucing ke dokter hewan. Dokter hewan akan tahu apa yang harus dilakukan jika kucing muntah karena gastriti.

Beberapa Penyebab Kucing Muntah Cairan Bening Lainnya

  • Parasit
  • Sembelit
  • Benda asing yang tertelan
  • Keracunan
  • Gangguan metabolisme seperti diabetes, penyakit ginjal, dan hipertiroidisme

Apa yang Harus Dilakukan Jika Kucing Muntah Cairan Bening?

Beberapa pemilik kucing mungkin berkata kucingnya sudah biasa muntah, tetapi perlu dicatat bahwa muntah yang sering bukanlah hal normal bagi kucing. Muntah lebih dari sekali dalam seminggu sudah pasti merupakan pertanda adanya masalah.

Jika kucing milikmu muntah bening atau air beberapa kali dan/atau bersamaan dengan gejala lain seperti kurang nafsu makan, penurunan berat badan, lesu, atau diare, kamu harus segera bertemu dengan dokter hewan.

Dokter hewan akan memulai dengan pemeriksaan fisik, memeriksa tanda-tanda vital kucingmu dan meraba perut kucing.

Setelah pemeriksaan menyeluruh, dokter hewan mungkin juga akan menjalankan beberapa tes, termasuk pemeriksaan darah dan rontgen. Pemeriksaan darah akan memeriksa fungsi organ kucing, memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit hati atau penyakit ginjal, serta tingkat sel darah merah dan trombosit kucing.

Rontgen akan memeriksa cairan apapun di perut kucing yang kemungkinan merupakan gumpalan darah dan juga menunjukkan pola gas pada usus yang bisa menjadi indikasi penyumbatan.

Bergantung pada diagnosa yang ditemukan dokter, kucing mungkin memerlukan rawat inap untuk terapi cairan, atau mereka mungkin hanya membutuhkan perawatan rawat jalan dan obat oral di rumah.

Jika dokter hewan mencurigai kucing mengalami penyumbatan usus, kucing perlu dibedahan untuk menghilangkan penyebab kucing muntah karena penyumbatan.