Perbedaan Penting Perawatan Anak Kucing dan Kucing Dewasa

Ulasan ini akan mengajarkan kalian tentang cara merawat anak kucing mulai dari kondisi kandang sampai bagaimana cara memberi mereka makan dengan tepat.

Perbedaan Penting Perawatan Anak Kucing dan Kucing Dewasa
Photo: anak kucing

Anak kucing berkembang sangat cepat ketika berumur sekitar dua minggu sampai minggu ketujuh. Koordinasi dan kekuatan mereka mulai berkembang, selain itu mereka mulai bermain dengan saudara-saudara mereka, dan mulai menjelajahi dunia di luar kandang. Mereka mulai belajar menjilati bulu mereka sendiri dan saudara lain serta bermain berburu dan mengintai, dan hal ini menunjukkan kemampuan bawaan mereka sebagai predator di alam liar. Keterampilan bawaan dikembangkan oleh induk atau kucing dewasa lainnya dengan membawa mangsa hidup ke sarang. Kemudian, kucing dewasa juga menunjukkan teknik berburu agar anak-anak kucingnya menirunya. 

Berbicara mengenai cara merawat anak kucing dapat dibilang gampang gampang susah, apalagi jika anak kucing yang kamu miliki tersebut tanpa indukan. Tentunya, jika seperti itu, maka sebisa mungkin kamu sebagai pemilik anak kucing harus menyediakan lingkungan yang dapat mendukung tumbung kembang anak kucing kamu, meskipun tanpa ada kehadiran si ibu kucing. Lalu, bagaimana cara merawatnya agar anak kucing yang kamu pelihara dapat tumbuh dengan sehat? Simak ulasan berikut di bawah ini untuk mengetahui cara merawat hewan peliharaan kucing.

Kondisikan suhu hangat

Hal pertama yang penting untuk diperhatikan mengenai cara merawat anak kucing adalah suhu. Berbeda dengan suhu tubuh kucing dewasa, suhu tubuh yang dimiliki oleh anak kucing cenderung tidak stabil. Anak kucing haruslah memiliki suhu tubuh yang hangat, tidak heran jika kamu sering temukan anak kucing yang berlindung di dalam dekapan ibu kucing. Hal itu dikarenakan anak kucing tersebut membutuhkan kehangatan dari sang ibu. Namun, bagi kamu yang memiliki anak kucing tanpa indukan tidak perlu risau, karena kamu sendiri bisa mengkondisikan suhu tubuh anak kucing tersebut agar tetap hangat. Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan cara memberikan botol penghangat yang dilapisi handuk untuk menghangatkan tubuh kucing tersebut. Botol penghangat tersebut dapat dibuat sendiri dengan cara mengisi botol dengan air panas. Jaga suhu botol tersebut agar tetap hangat, jika dirasa botol tersebut sudah tidak hangat, air di dalamnya bisa diganti dengan yang baru dan panas. Jika kamu tidak ingin repot, sebenarnya kamu bisa langsung mendatangi petshop dan membeli bantal penghangat khusus untuk kucing.

Berikan tempat tidur yang nyaman

Setelah mengkondisikan tubuh kucing tetap hangat, hal berikutnya yang bisa kamu persiapkan adalah tempat tidur yang nyaman untuk si anak kucing. Bagaimana indikator kenyamanan yang dimaksud? Tempat tidur yang nyaman bagi si anak kucing haruslah terhindar dari udara yang dingin dan panas secara langsung. Selain itu, pastikan kamu memberikan alas tempat tidur yang lembut, seperti menggunakan handuk. Tempat tidur dapat diletakkan di pojok ruangan sehingga lebih aman dari gangguan. Dengan memberikan tempat tidur yang nyaman, dijamin anak kucing kamu akan merasa bahagia.

Pemberian pakan kucing

Pakan kucing termasuk ke dalam hal yang sangat penting juga untuk diperhatikan. kamu tidak boleh sembarangan dalam memberikan pakan kepada anak kucing. Pakan untuk anak kucing juga berbeda dengan kucing dewasa. Oleh karena itu, jangan campur pakan kucing dewasa dengan anak kucing. Selain pakan yang bernutrisi, kamu juga bisa memberikan susu khusus untuk kucing yang dapat didapatkan secara mudah melalui toko kebutuhan hewan. Jangan sekali-kali mencampur susu khusus untuk anak kucing dengan susu sapi karena hal itu dapat mempengaruhi pencernaan anak kucing.

Demikian cara merawat anak kucing yang dapat kamu praktikkan dengan mudah di rumah kamu. Merawat anak kucing haruslah diiringi dengan kesabaran dan ketelatenan.