Tarantula Yang Dipelihara Seperti Apa Sih? Yuk Kita Cari Tau!

Belakangan ini tidak hanya hewan seperti kucing, anjing, kelinci, dan kuda saja yang dijadikan sebagai hewan peliharaan, namun hewan-hewan eksotis seperti iguana dan tarantula pun sudah banyak yang merawatnya di rumah. Bahkan untuk tarantula sendiri, beberapa penggemar hewan eksotis menjadikannya koleksi dengan mengumpulkan spesies-spesiesnya.

Tarantula Yang Dipelihara Seperti Apa Sih? Yuk Kita Cari Tau!
Foto : Unsplash

Belakangan ini tidak hanya hewan seperti kucing, anjing, kelinci, dan kuda saja yang dijadikan sebagai hewan peliharaan, namun hewan-hewan eksotis seperti iguana dan tarantula pun sudah banyak yang merawatnya di rumah. Bahkan untuk tarantula sendiri, beberapa penggemar hewan eksotis menjadikannya koleksi dengan mengumpulkan spesies-spesiesnya. Hal itu karena tarantula dinilai sebagai hewan yang mudah untuk dipelihara dan dirawat, tapi juga tidak begitu berbahaya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tarantula, berikut adalah artikel untuk mengenal hewan tarantula

Mengenal Tentang Hewan Tarantula

Tarantula apabila dilihat memang menyerupai hewan laba-laba. Namun, sebenarnya ada beberapa hal yang membedakan kedua binatang ini, misalnya saja dari bentuk tubuh. Maka dari itu, untuk lebih mengenal hewan tarantula, di sini akan membahas sedikit mengenai hewan eksotis tersebut. 

Tarantula merupakan salah satu jenis laba-laba yang memiliki ukuran tubuh besar atau dapat disebut juga sebagai giant spider. Beberapa spesies tarantula bahkan bisa tumbuh hingga lebih dari telapak tangan manusia. Ukuran tarantula betina biasanya lebih besar dibandingkan tarantula jantan. Untuk umur hidup, tarantula betina bisa hidup hingga lebih dari 20 tahun untuk jenis tertentu. Sedangkan untuk tarantula jantan lebih pendek. Tarantula jantan biasanya akan mati 1 hingga 2 tahun setelah musim kawin dengan betina. Satu tarantula jantan bisa kawin dengan 5 – 6 tarantula betina. 

Tarantula betina sekali bertelur bisa 30 – 50 butir. Pada jenis tarantula betina tertentu bisa 1000 – 2000 butir telur. Namun, rata-rata tarantula betina bisa bertelur antara 100 butir hingga 200 butir. Ada beberapa tarantula betina bisa bertelur hampir setiap tahun bahkan ada yang sampai usia 7 – 8 tahun, mungkin akan lebih jika di alam. Tapi, meski begitu tidak langsung bisa disimpulkan jika tarantula betina bertelur setiap tahun karena ada juga pada satu tahun tidak bertelur. Hal itu karena tergantung dengan situasi dan kondisi seperti faktor perkembang biakan. Faktor-faktor dalam perkembang biakan tarantula sendiri cukup banyak misalnya dari kondisi sperma tarantula jantan. Tarantula jantan sendiri dapat dikawinkan dengan betina dalam seumur hidupnya kurang lebih lima bulan, ada juga beberapa yang lebih namun kembali lagi tergantung dari kondisi. 

Di dunia sendiri terdapat banyak jenis tarantula, bahkan mungkin mencapai ribuan. Di Indonesia sendiri ada 5 jenis tarantula asli, contohnya seperti Lampropelma sp. Borneo Black dari daerah Kalimantan. Tarantula dapat tumbuh hingga ukuran yang sangat besar, tapi umumnya tarantula untuk mencapai ukuran 10 cm adalah dengan usia 1 – 2 tahun. Lalu untuk masa siap kawin, jantan sudah bisa kawin antara umur 2 – 3 tahun, sedangkan betina biasanya lebih lama hingga 4 tahun. 

Cara merawat tarantula sebenarnya cukup mudah. Hanya perlu konsistensi saja dan memperhatikan perawatan harian. Untuk memberi makan pun bisa cukup dengan jangkrik dan diberikan satu atau dua kali dalam seminggu. Biasanya satu jangkrik dalam satu minggu saja sudah cukup. 

Demikian pembahasan mengenai mengenal hewan tarantula secara singkat. Semoga bermanfaat.