Yuk, Pahami Perbedaan Mix Breed dan Pure Breed di Dunia Anjing!

Ketika kamu akan mengadopsi anak anjing, sebenarnya kamu perlu tahu dan paham dulu apa perbedaan mix breed dan pure breed. Sebab, hal tersebut akan dapat mempengaruhi keputusan kamu dalam memilih anak anjing yang akan kamu beli atau adopsi.

Yuk, Pahami Perbedaan Mix Breed dan Pure Breed di Dunia Anjing!
Foto : Unsplash

Yuk, Pahami Perbedaan Mix Breed dan Pure Breed di Dunia Anjing!

Ketika kamu akan mengadopsi anak anjing, sebenarnya kamu perlu tahu dan paham dulu apa perbedaan mix breed dan pure breed. Sebab, hal tersebut akan dapat mempengaruhi keputusan kamu dalam memilih anak anjing yang akan kamu beli atau adopsi. 

Meski demikian, kamu juga perlu selalu mengingat bahwa setiap anjing selalu layak memiliki keluarga dan rumah yang baik, terlepas dari apakah anjing tersebut pure breed, mixed breed, atau cross breed. Sebab, selalu ada anjing yang bisa menjadi sahabat setia kamu, lho! Dan salah satu dari jenis-jenis tersebut barangkali ada yang memang lebih klop dengan kamu dibandingkan jenis lainnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas soal apa perbedaan mix breed dan pure breed. Jadi, apa ya perbedaannya? Simak dalam ulasan berikut ini, yuk!

Anjing Cross dan Mixed Breed

Anjing cross breed secara garis besar merupakan anjing yang keturunan dari induk dan bapak yang sama-sama ras murni, tapi rasnya berbeda. Contohnya anjing Shih Tzu ras murni dikawinkan dengan anjing Pomeranian ras murni.

Sementara itu, anjing mixed breed adalah anjing yang induk dan bapaknya sama-sama merupakan hasil cross breed. Anjing mixed breed sendiri, seperti yang ditunjukkan oleh namanya, juga dikenal sebagai anjing campuran, atau mongrel.

Biasanya, anjing cross breed maupun anjing mixed breed punya kecenderungan mirip atau memiliki karakteristik dari salah satu jenis ras yang terdapat dalam gen atau keturunannya. Dan jika kamu ingin mengadopsi anjing namun memiliki budget terbatas, mengadopsi anjing cross breed ataupun mixed breed bisa jadi solusi yang pas untuk kantong kamu. Di samping itu, proses adopsi anjing cross breed maupun mixed breed pun dapat dilakukan di tempat penampungan hewan, jadi pastikan kamu memilih anjing yang kondisinya sehat, ya!

Hanya saja, tidak ada jaminan bahwa anak anjing hasil kawin silang, baik cross breed atau mixed breed, yang bisa ditebak seperti apa kondisinya saat dewasa nanti dari segi fisik maupun temperamennya. Karena itu, sebaiknya kamu cari tahu juga info tentang apa saja sejarah atau jenis ras anjing yang jadi induk dan bapak dari anjing yang akan kamu adopsi tersebut. Contohnya, jika anak anjing kecil yang akan kamu adopsi ternyata memiliki darah atau keturunan ras Great Dane, bisa jadi anak anjing tersebut akan tumbuh pesat jadi anjing besar nantinya.

Anjing Pure Breed

Anjing pure breed alias ras murni atau trah memiliki fisik hingga temperamen yang khas untuk masing-masing ras atau trahnya. Penciptaan ras tertentu bahkan dilakukan dengan tujuan tertentu pula. Karena itu, apabila kamu mempertimbangkan untuk mengadopsi anak anjing ras, pertimbangkan pula apa latar belakang dari tujuan penciptaan ras tersebut, dan hindari mengadopsi hanya karena penampilan anak anjingnya yang lucu atau menggemaskan.

Contohnya anak anjing ras Scottish Terrier, yang memang terlihat menarik. Tapi, ras yang satu ini dibiakkan secara spesifik sebagai anjing pemburu hewan kecil seperti hewan pengerat, dan jago menggali. Apabila kamu mengadopsi anak anjing dari ras ini, jangan heran kalau ia akan hobi menggali di halaman rumah. Meskipun perilaku anjing dapat diubah, gen yang ia warisi dari induk dan bapaknya akan tetap memberikan pengaruh besar pada fisik, sifat, dan temperamen anjing tersebut.

Karena itu, dengan mengadopsi anak anjing pure breed, kamu sebenarnya jadi lebih bisa memprediksi pertumbuhannya saat dewasa nanti. Meski begitu, tentu saja anak anjing tersebut juga harus dibesarkan dengan baik dan kamu juga harus bertanggung jawab merawatnya, ya!

Meski demikian, mengadopsi anak anjing pure breed memang relatif mahal, tapi hal tersebut memang beralasan. Sebab, pembiak atau breeder yang baik dan bertanggungjawab pasti akan mengutamakan kualitas dari anak anjing tersebut, bahkan mereka juga memiliki bukti berupa surat silsilah, catatan riwayat medis, hingga piala atau gelar juara kompetisi dari induk atau bapaknya.

Kalau Begitu, Pilih yang Mana?

Sekarang kamu sudah tahu perbedaan mix breed dan pure breed secara umum. Lalu, yang mana yang perlu kamu pilih?

Dari faktor kesehatan, banyak yang beranggapan anjing pure breed lebih sehat daripada anjing cross breed atau mixed breed. Tapi, sebenarnya apapun jenisnya, semuanya sama-sama memiliki risiko terserang menyakit genetik, seperti hip dysplasia pada ras German Shepherd. Untuk menghindari risiko ini, kamu bisa percayakan proses adopsi anjing pada breeder resmi dan bertanggung jawab.

Sedangkan dari segi perawatan, sebenarnya semua ras anjing sama-sama perlu dirawat dengan baik dan penuh kasih sayang. Seperti yang dijelaskan oleh Robert, Sekretaris Indonesia Kennel Klub (IKK) yang merupakan organisasi kinologi resmi di Indonesia, kebersihan adalah faktor penting dalam merawat anjing, baik itu kebersihan kulit, bulu, maupun kotoran (kencing dan pup). Karena meskipun anjing diberi makanan dan vitamin sehat, hasilnya akan sama saja jika kebersihan tidak terjaga. Dan jika anjing yang kamu adopsi nanti sudah mulai menunjukkan tkamu-tkamu sakit, pastikan kamu membawanya langsung ke dokter hewan agar bisa segera ditangani dan kesehatannya selalu terjaga.

Selain itu, setiap anak anjing sama-sama punya kesempatan untuk tumbuh jadi sahabat terbaik kamu dengan pelatihan yang baik, kok! Jadi, pilihlah sesuai panggilan hati kamu juga, ya!